Rekonstruksi Makna Bintang Timur melalui Analisis Integratif Tafsir Literal dan Tradisi Teologis Yesaya 14:12–15
DOI:
https://doi.org/10.71304/ydr77504Abstract
Penafsiran “Bintang Timur” (hêlēl ben-šaḥar) dalam Yesaya 14:12–15 terus diperdebatkan karena makna literal-historisnya sebagai raja Babel kemudian berkembang menjadi identifikasi Lucifer dengan malaikat yang jatuh dalam tradisi Kristen. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi makna asli istilah tersebut dan menganalisis pembentukan makna teologisnya dalam sejarah penafsiran Kristen. Penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan ini menggunakan pendekatan historis-gramatikal dan historis-teologis terhadap data linguistik Ibrani, konteks sastra dan politik kitab Yesaya, mitologi Timur Dekat Kuno, terjemahan Septuaginta dan Vulgata, serta tafsir patristik dan angelologi. Hasil penelitian menemukan bahwa hêlēl ben-šaḥar mula-mula berfungsi sebagai metafora puitis-politis bagi raja Babel yang angkuh dan akhirnya direndahkan. Pengaitan istilah itu dengan Lucifer terbentuk secara bertahap melalui sejarah penerjemahan serta resepsi tipologis-alegoris, bukan berasal langsung dari maksud penulis Yesaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir literal dan teologis dapat dipadukan hanya dengan membedakan tingkat hermeneutisnya: makna literal menjaga integritas historis teks, sedangkan makna teologis merekam penerimaannya dalam tradisi Kristen. Pembedaan tersebut menawarkan kerangka penafsiran yang lebih bertanggung jawab bagi kajian hermeneutika Alkitab, angelologi, dan sejarah interpretasi Kristen.
Downloads
References
Agustina, Niken laras. “Historico gramatical.” Sebuah Metode Hermeneutik Dalam Menemukan Makna Yang Tersembunyi Dalam Teks-Teks Alkitab (2019): 1–9.
Brake, Andrew. Visi-visi Anak Domba Komentari Wahyu. Sekolah Tinggi Theologia Jaffray, 2018.
Budiatmaja, Rudy, Seno Lamsir, Andreas Eko Nugroho, dan Asmat Purba. “Kepercayaan Orang Kristen Pada Konsep Allah Tritunggal Sebagai Kebenaran Firman Tuhan.” Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1, no. 2 (2022): 45–50.
Buntu, Ivan Sampe. “Membaca Teks dalam Pandangan Poskolonial: Catatan Kritis atas Bacaan Terhadap Teks Kitab Suci.” BIA’: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual 1, no. 2 (2018): 179–190.
Damanik, Jakardo. Antara iman dan kuasa gelap. Penerbit Adab, 2025.
Kolenggea Arens, Miro Nazaret, dan Srekya Nataniel. “Peran Hermeneutik Alegoris dalam Filsafat dan Teologi.” Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner 1, No. 04, no. 04 (2025): 816–823.
Kusmanto, Fransius, dan Peter Enos Mendrofa. “Pentingnya Penggunaan Metode Historis Kritis Dalam Menelaah Alkitab.” EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 3, no. 2 (2025): 138–147.
Lee, Witness. Pengkajian kitab-kitab Puisi (Ayub, Kidung Agung, Yesaya. Yayasan perpustakaan injili indonesia, 2023.
Lestari, Nadia, Agnesia Nababan, Yenny Sibariang, Rio Situmeang, Melina Agustina Sipahutar, Institut Agama, dan Kristen Negeri Tarutung. “Pendekatan dalam Menafsirkan Teks Alkitab dan Makna Teologisnya” 01, no. 04 (2025): 3089–0128.
Mahanum, Mahanum. “Tinjauan Kepustakaan.” ALACRITY : Journal of Education 1, no. 2 (2021): 1–12.
MAMUKO, IFANA DEBORA. “Penggunaan Aposisi Dalam Kitab Yesaya (Suatu Analisis Sintaksis).” Jurnal Elektronik Fakultas Sastra Universitas Sam Ratulangi 2, no. 3 (2018): 1–23.
Manurung, Kosma. “Mencermati Penggunaan Metode Kualitatif Di Lingkungan Sekolah Tinggi Teologi.” FILADELFIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 3, no. 1 (2022): 285–300.
Maranatha, Christian Ade. “Penafsiran Alkitab yang Dinamis: Hermeneutika Kontekstual sebagai Pendekatan Multidimensional.” RERUM: Journal of Biblical Practice 4, no. 2 (2024): 138–155.
Montang, Ricky Donald, dan Sophian Andi. “Pada Masa Kini” 2 (2024): 379–394.
Parade Tua Panjaitan, Tutur. “Angelologi: Eksistensi, Klasifikasi, Pelayanan, dan Relasi Malaikat Dengan Orang Percaya Berdasarkan Ibrani 1:14.” Jurnal Teologi Rahmat 10, no. 2 (2024): 22–36.
Prabowo, Paulus Dimas. “Kaidah Penafsiran Puisi Perjanjian Lama.” HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 3, no. 1 (2022): 13–24.
Rengrengulu, Wehelmina Carolina, dan Anjelita Tappi. “ANALISIS HISTORIS ASAL MULA IBLIS BERDASARKAN KAJIAN ALKITAB YESAYA 14 : 12” 5, no. 2 (2020): 221–241.
S, Sarjana Teologi. “STUDI EKSEGESIS MAKNA FRASE BINTANG TIMUR oleh Jefri Sitohang” (2012).
Salvatore Sabato. “Para Malaikat.” LOGOS, Jurnal Filsafat-Teologi, 4 (2005): 147–158.
Saputra, Jefri Andri, Sanda Sanda, Asari Asari, Yiska Leban, dan Yunira Yanti. “Signifikansi Studi Biblika Kontekstual dalam Kehidupan Iman Kristen di Era Disruptif.” Jurnal Teologi Berita Hidup 5, no. 1 (2022): 127–142.
Sibarani, Ronatalia, Juli Mendrofa, Try Jaya Hutabarat, Josua Sipahutar, dan Melina Agustina Sipahutar. “Relevansi Hermeneutika Kontekstual dalam Studi Agama Modern.” Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner 1, no. 04 (2025): 799–805.
Situmorang, Jonar M.Th. Tafsiran Surat Yudas: berpegang teguh pada pengajaran sehat. Penerbit Andi, 2023.
Tanudjaja, Dr Daniel J. KINGDOM DOCTRINE : DOKTRIN KERAJAAN ALLAH. Penerbit Andi, 2025.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sarna Tombeu, Yeheskiel Matani, yola solongan (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














